A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_session310da1dacf37e7908f10582f4e332ce5): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Anggota Komisi II Tuding Pemkab 'Tidak Bergigi'

Anggota Komisi II Tuding Pemkab 'Tidak Bergigi'

Oleh :
Anggota Komisi II Tuding Pemkab 'Tidak Bergigi'

Transbogor co –  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Tohawi mulai buka suara soal penambangan pasir liar di Desa Kahrikil Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Politisi Golkar ini  menganggap, aktifitas galian pasir liar yang beroperasi di Desa Karihkil tidak memiliki izin. Dia juga menegaskan, Pemkab Bogor harus melakukan tindakan kepada penambang liar itu.

"Selama ini Pemkab Bogor belum memberikan tindakan kepada penambang liar, padahal sudah jelas galian pasir liar tersebut telah merusak lingkungan," ujar Tohawi putra wilayah Ciseeng, kepada Transbogor com, Senin (14/9/2015) melalui telepon genggamnya.

Sebagaimana diketahui, dari lima penambang pasir ilegal, penambang pasir  yang berada di di Kampung Bambu Kuning, RT 03/ 03, Desa Kharikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor terbilang yang paling merusak lingkungan. Dari pantauan Transbogor, tepi Sungai Cisadane terlihat terkikis habis akibat ulah penambang liar.(Nda)