A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_session19b3d7076c6bb11ec0eb7c0672083d09): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jokowi : Ekonomi Melambat, Ngurusin Tunjangan, Malu!

Jokowi : Ekonomi Melambat, Ngurusin Tunjangan, Malu!

Oleh :
Jokowi : Ekonomi Melambat, Ngurusin Tunjangan, Malu!

Transbogor.co- Ditanya soal kenaikan tunjangan DPR RI, Presiden RI Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta mengatakan, malu. Awalnya, saat akan dimintai komentar, Jokowi menolak berkomentar soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR.

Tapi, kemudian dia mengatakan, tidak setuju dengan usul sejumlah anggota DPR yang meminta kenaikan gaji dan tunjangan. Kata Jokowi, dirinya merasa malu karena dalam situasi ekonomi yang melambat, pejabat negara justru meminta kenaikan gaji atau tunjangan. Seharusnya, kata Jokowi, semuanya berpikir bagaimana berhemat dan mencari solusi dari krisis.

"Malu kita mengurusi yang berkaitan dengan gaji. Jangan aneh-aneh-lah, ekonomi melambat. Gini urusan gaji, urusan tunjangan, malu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kamis, (17/9/2015), sebagaimana dilansir tempo.

Ia menegaskan tidak pantas pejabat negara meminta kenaikan gaji atau tunjangan di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit. Soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR yang disetujui Menteri Keuangan, Jokowi menolak berkomentar. "Tanya yang di sana, itu kan urusan DPR," katanya.

Jokowi mengaku tidak mengetahui bahwa Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menyetujui pengajuan kenaikan tersebut. "Tanya Menkeu, saya belum tahu," katanya.(tem/eko)