A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_session5074ea5f9a4520281f231894ef746b28): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Terkait Berhentinya PT Mabua Motor Indonesia. HOG : Nilai Jual Motor Tidak realistis dan pajaknya tinggi

Terkait Berhentinya PT Mabua Motor Indonesia. HOG : Nilai Jual Motor Tidak realistis dan pajaknya tinggi

Oleh :
Terkait Berhentinya PT Mabua Motor Indonesia. HOG : Nilai Jual Motor Tidak realistis dan pajaknya tinggi

Transbogor.co- Berhentinya PT Mabua Motor Indonesia sebagai agen resmi Harley-Davidson di Indonesia

Hal tersebutpun disayangkan oleh Direktur Harley-Davidson Owner Group (HOG), Sahat Manalu. Pemerintah dinilai bakal kehilangan penerimaan pajak motor besar seperti Harley dari penjualan yang dilakukan oleh Mabua.

Pemerintah menerapkan kenaikan pajak untuk importasi penjualan motor besar hampir 300 persen. Selain itu, pajak penjualan barang mewah dinaikkan dari semula 75 persen menjadi 125 persen.

Hal tersebut menjadi salah satu hal yang menjadi dasar berhentinya Mabua sebagai agen pemegang merek Harley-Davidson di Indonesia. Melihat hal tersebut, Sahat Manalu ikut angkat bicara dan menilai harga jual motor Harley-Davidson di Indonesia tidak masuk akal.

"Kenapa Mabua tutup? Karena nilai jual motor tidak realistis dan pajaknya tinggi. Mabua mau jual motor Rp 1,4 miliar orang yang mau beli siapa? Pembelinya jadi sangat berkurang karena harga mahal dan komponen pajaknya 240 persen," kata Sahat

Keputusan Mabua untuk berhenti sebagai agen resmi Harley, juga dikatakan Sahat memiliki pengaruh pada pendapatan kas negara. Apalagi dengan kenaikan pajak dan tarif bea masuk yang telah diterapkan untuk motor besar seperti Harley.

"Sekarang tinggal pemerintah bagaimana, ini Mabua tutup pemasukan pajak misalnya yang di 2013 saja menjual 1.000 unit motor, kalau penerimaan pajaknya Rp 300 juta saja dikali 1.000 unit sudah Rp 300 miliar ini hilang karena Mabua tutup," kata Sahat kepada detikOto,

Sebagai anggota komunitas dan pemilik Harley, Sahat hanya bisa mengikuti keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait pajak untuk moge.

"Kalau kita sih taat pajak, taat hukum. Kita serahkan ke pemerintah. Orang-orang di pemerintah kan pintar, tinggal kalkulasi. Kalau mau pajaknya tetap ya begini, kalau pajaknya mau diturunkan, orang-orang mau beli motor lagi, penerimaan akan masuk (untuk pemerintah). Kita hanya ikut saja," tandasnya. (Det/Rief)