A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_session40320436d553a9e5f2dab7d7d5c5cf0f): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pengembang Grand Sentul Ingkar Janji, Warga Ancam Demo

Pengembang Grand Sentul Ingkar Janji, Warga Ancam Demo

Oleh :
Pengembang Grand Sentul Ingkar Janji, Warga Ancam Demo

Transbogor.co-Sejak tahun 2013 janji muluk pengembang perumahan elit GRAND Sentul City (Pencipta Hunian Ideal) PT. Cigede Griya Permai, tak kunjung ditepati membuat warga Kampung Baru dan Bubulak CadasNgampar semakin geram.

"Luas lahan sekitar 1,5 hektar milik warga yang di rislah oleh pengembang itu malah dialihkan ke perusahaan lain. Sekarang warga menuntut janji perjanjian rislah tahun 2013," tegas Royani, Ketua Rt.04/01 Desa CadasNgampar Kecamatan Sukaraja.

Janji tersebut, lanjutnya, PT. Cigede Griya Permai j.o PT. Shantika Surya Alandha menyatakan kesanggupan membuat dan menyelesaikan Akta Jual Beli atas tanah yang diserahkan sebagai tukaran kepada pemilik tanah yang terletak di Kampung Jampang III.

"Saat itu perwakilan perusahaan yang bernama Endang M.S, menandatangani surat kesanggupan tersebut pada tanggal 19 Agustus 2013 di kop surat perusahaan tersebut. Setelah itu, mereka janji lagi dihadapan warga, kades, Binmas, babinsa bahwa akan menyelesaikan kewajibannya selambatnya tahun 2014," tuturnya.

Kendati demikian, hingga pertengahan 2016 ini ternyata janji tersebut belum direalisasi. "Alasan mereka belum mengajukan berkas pengajuan pajak bumi bangunan senilai hampir Rp. 1 Miliar. Malah mereka yang meminta warga bayar PBB terebut, nah warga duit dari mana sebesar itu," ungkapnya geram.

Padahal, tambahnya, dalam perjanjian tersebut telah jelas disebutkan bahwa proses Akta Jual beli tanah warga ditanggung oleh pengembang. "Warga akan mendemo pihak manajemen perusahaan pengembang. Demo ini akan mengerahkan ratusan warga yang dirugikan untuk menagih janji," kata dia.